Cara Membuat BAST yang Rapi dan Mudah Ditandatangani

BAST yang rapi membantu agensi menyelesaikan handover proyek tanpa bolak-balik revisi admin. Ikuti panduan step-by-step ini untuk menyusun berita acara serah terima yang jelas, lengkap, dan siap ditandatangani.

in LinkedIn@ Threads
Cara Membuat BAST yang Rapi dan Mudah Ditandatangani

Untuk agensi, proses handover proyek tidak berhenti saat file final dikirim. Biasanya masih ada tahapan administratif seperti penyusunan BAST atau berita acara serah terima sebagai bukti bahwa pekerjaan sudah diserahkan dan diterima oleh klien.

Masalahnya, BAST yang kurang rapi bisa memicu revisi admin: nama perusahaan salah, detail proyek tidak lengkap, lampiran tidak jelas, atau kolom tanda tangan belum sesuai. Artikel ini membahas cara membuat BAST secara praktis agar dokumen serah terima lebih mudah diperiksa, disetujui, dan ditandatangani.

Apa Itu BAST dan Kapan Digunakan?

BAST adalah dokumen yang mencatat proses serah terima pekerjaan, barang, jasa, atau hasil proyek dari satu pihak kepada pihak lain. Dalam konteks agensi, BAST sering digunakan setelah pekerjaan seperti campaign, desain, website, konten, produksi kreatif, atau layanan retainer selesai dikerjakan.

Dokumen ini biasanya menjadi bagian dari alur administrasi sebelum invoice diproses, terutama jika klien membutuhkan bukti formal bahwa hasil pekerjaan sudah diterima.

Kenapa BAST Penting untuk Agensi?

BAST membantu agensi dan klien menyamakan status pekerjaan secara tertulis. Tanpa dokumen serah terima yang jelas, tim finance, procurement, atau admin klien bisa meminta klarifikasi tambahan sebelum pembayaran diproses.

  • Mengurangi salah paham: deliverable yang diserahkan tercatat dengan jelas.
  • Merapikan handover proyek: klien tahu file, akses, atau dokumen apa saja yang diterima.
  • Mendukung proses penagihan: invoice lebih mudah dikaitkan dengan pekerjaan yang sudah selesai.
  • Mempermudah arsip: tim agensi dan klien punya referensi administratif yang sama.

Struktur BAST yang Rapi

Sebelum masuk ke langkah pembuatan, pastikan BAST memiliki struktur dasar yang lengkap. Formatnya bisa disesuaikan dengan kebutuhan klien, tetapi secara umum dokumen BAST berisi bagian berikut:

  • Judul dokumen, misalnya Berita Acara Serah Terima Pekerjaan.
  • Nomor dokumen atau referensi proyek.
  • Tanggal dan tempat serah terima.
  • Identitas pihak yang menyerahkan dan pihak yang menerima.
  • Deskripsi proyek atau pekerjaan.
  • Daftar deliverable atau lampiran yang diserahterimakan.
  • Pernyataan bahwa pekerjaan telah diserahkan dan diterima.
  • Catatan atau pengecualian jika ada.
  • Kolom tanda tangan para pihak.

Cara Membuat BAST Step-by-Step

1. Tentukan Tujuan dan Jenis Serah Terima

Langkah pertama adalah menentukan apa yang sedang diserahterimakan. Untuk agensi, objek BAST bisa berupa hasil desain, file konten, laporan campaign, akses akun, aset brand, website, atau dokumentasi proyek.

Gunakan judul yang spesifik agar tidak membingungkan. Contohnya: Berita Acara Serah Terima Pekerjaan Pembuatan Website atau BAST Handover Proyek Campaign Digital.

2. Masukkan Identitas Para Pihak dengan Lengkap

Bagian identitas sering terlihat sederhana, tetapi justru sering menjadi sumber revisi admin. Pastikan data pihak agensi dan klien sesuai dengan dokumen legal atau data vendor yang digunakan oleh klien.

Data yang sebaiknya dicantumkan meliputi:

  • Nama perusahaan atau nama pihak terkait.
  • Alamat perusahaan.
  • Nama perwakilan yang menandatangani.
  • Jabatan perwakilan.
  • Nomor identitas dokumen jika dibutuhkan oleh klien.

Jika klien memiliki format vendor tertentu, gunakan data yang sama agar tidak terjadi perbedaan antara BAST, invoice, purchase order, dan kontrak.

3. Tulis Referensi Proyek atau Kontrak

Agar dokumen mudah dilacak, cantumkan referensi yang berkaitan dengan proyek. Referensi ini bisa berupa nomor kontrak, nomor purchase order, nama project, periode pekerjaan, atau nomor proposal yang sudah disetujui.

Contoh penulisan yang rapi:

  • Nama proyek: Redesign Landing Page Produk A.
  • Periode pekerjaan: Januari 2026.
  • Referensi: Proposal Nomor QI/PR/001 atau PO Nomor PO-001.

Bagian ini membantu tim admin klien mencocokkan BAST dengan dokumen pendukung lain tanpa harus bertanya ulang ke project manager.

4. Jelaskan Deliverable yang Diserahkan

Inti dari BAST adalah daftar deliverable. Jangan menulis terlalu umum seperti pekerjaan telah selesai tanpa rincian. Sebaiknya tulis deliverable secara konkret agar handover proyek dapat diverifikasi.

Contoh daftar deliverable:

  • File desain final dalam format PDF dan source file.
  • Dokumen strategi konten.
  • Laporan performa campaign.
  • Akses dashboard atau akun yang relevan.
  • Dokumentasi penggunaan website.

Jika deliverable cukup banyak, buat lampiran terpisah. Di dalam BAST, tulis bahwa daftar detail tercantum pada lampiran agar dokumen utama tetap ringkas.

5. Tambahkan Lokasi Penyimpanan atau Cara Akses

Untuk proyek digital, dokumen serah terima sering berkaitan dengan file online. Agar tidak membingungkan, cantumkan cara akses secara jelas, misalnya nama folder, platform penyimpanan, atau keterangan bahwa akses telah diberikan kepada email tertentu.

Hindari mencantumkan password langsung di BAST jika dokumen akan beredar ke banyak pihak. Lebih aman tulis bahwa kredensial dikirim melalui kanal terpisah sesuai kesepakatan.

6. Buat Pernyataan Serah Terima yang Jelas

Setelah detail deliverable, tulis pernyataan bahwa pihak pertama telah menyerahkan pekerjaan dan pihak kedua telah menerima pekerjaan tersebut. Gunakan bahasa formal tetapi tetap mudah dipahami.

Contoh kalimat:

Dengan ditandatanganinya berita acara serah terima ini, Pihak Pertama menyatakan telah menyerahkan hasil pekerjaan kepada Pihak Kedua, dan Pihak Kedua menyatakan telah menerima hasil pekerjaan tersebut sesuai dengan ruang lingkup yang disepakati.

Jika masih ada catatan kecil, tulis secara spesifik agar tidak menimbulkan interpretasi berbeda.

7. Sediakan Bagian Catatan atau Pengecualian

Bagian catatan berguna jika ada kondisi khusus, misalnya file tambahan akan dikirim menyusul, akses tertentu masih menunggu persetujuan, atau ada item yang berada di luar scope. Catatan ini membantu mencegah revisi admin karena semua kondisi sudah tertulis.

Jika tidak ada catatan, Anda bisa menulis: Tidak ada catatan tambahan. Ini lebih rapi daripada membiarkan bagian tersebut kosong.

8. Siapkan Kolom Tanda Tangan yang Sesuai

BAST yang sudah benar isinya tetap bisa tertunda jika kolom tanda tangan tidak sesuai. Pastikan nama, jabatan, perusahaan, dan posisi pihak penandatangan sudah benar.

Format sederhana yang bisa digunakan:

  • Pihak yang menyerahkan: nama, jabatan, perusahaan, tanda tangan.
  • Pihak yang menerima: nama, jabatan, perusahaan, tanda tangan.
  • Tanggal tanda tangan jika berbeda dengan tanggal dokumen.

Jika klien menggunakan tanda tangan digital, pastikan file BAST dalam format yang mendukung alur persetujuan mereka.

Checklist Sebelum Mengirim BAST ke Klien

Sebelum mengirimkan BAST, lakukan review singkat. Checklist ini membantu agensi menghindari revisi admin yang sebenarnya bisa dicegah sejak awal.

  • Nama perusahaan dan nama penandatangan sudah benar.
  • Nomor dokumen, tanggal, dan referensi proyek sudah dicantumkan.
  • Deliverable ditulis spesifik dan sesuai scope.
  • Lampiran disebutkan dengan jelas jika ada.
  • Format tanggal konsisten di seluruh dokumen.
  • Kolom tanda tangan sudah lengkap.
  • File diberi nama rapi, misalnya BAST_NamaKlien_NamaProyek_Tanggal.
  • Versi final sudah dikonfirmasi oleh project manager sebelum dikirim ke finance atau klien.

Kesalahan Umum Saat Membuat BAST

Agar proses serah terima berjalan lancar, hindari beberapa kesalahan berikut:

  • Deskripsi pekerjaan terlalu umum. Klien sulit memverifikasi apa yang sebenarnya diterima.
  • Data legal tidak konsisten. Nama perusahaan berbeda dengan kontrak atau invoice.
  • Tidak mencantumkan lampiran. File pendukung ada, tetapi tidak tertulis dalam dokumen.
  • Tidak ada catatan status. Item yang belum final bisa menimbulkan diskusi ulang.
  • Format dokumen tidak siap tanda tangan. Kolom tanda tangan, tanggal, atau jabatan masih perlu diperbaiki.

Contoh Format Isi BAST untuk Agensi

Berikut contoh susunan isi BAST yang bisa Anda adaptasi:

  1. Judul: Berita Acara Serah Terima Pekerjaan.
  2. Nomor dokumen: diisi sesuai format internal agensi atau permintaan klien.
  3. Tanggal: tanggal serah terima dilakukan.
  4. Identitas Pihak Pertama: agensi atau penyedia jasa.
  5. Identitas Pihak Kedua: klien atau penerima pekerjaan.
  6. Rincian proyek: nama proyek, periode, dan referensi kontrak.
  7. Daftar deliverable: file, laporan, akses, atau dokumen yang diserahkan.
  8. Pernyataan serah terima: pekerjaan telah diserahkan dan diterima.
  9. Catatan: kondisi khusus atau tidak ada catatan tambahan.
  10. Tanda tangan: perwakilan masing-masing pihak.

Hubungkan BAST dengan Invoice agar Alur Admin Lebih Rapi

Setelah BAST ditandatangani, agensi biasanya melanjutkan proses penagihan. Agar alurnya tidak terputus, simpan BAST bersama invoice, kontrak, purchase order, dan dokumen pendukung lain dalam satu struktur arsip yang jelas.

Dengan QuickInv, Anda dapat membuat proses penagihan lebih tertata setelah dokumen serah terima siap. Pastikan nomor proyek, nama klien, dan nilai tagihan pada invoice konsisten dengan dokumen pendukung agar tim klien lebih mudah melakukan verifikasi.

Kesimpulan

Cara membuat BAST yang rapi dimulai dari data yang lengkap, deliverable yang jelas, pernyataan serah terima yang tegas, dan format tanda tangan yang siap digunakan. Untuk agensi, detail administratif seperti ini dapat membantu proses handover proyek berjalan lebih mulus dan mengurangi bolak-balik revisi.

Gunakan BAST sebagai bagian dari alur kerja finalisasi proyek: selesaikan deliverable, susun dokumen serah terima, minta tanda tangan, lalu lanjutkan ke invoice. Dengan begitu, proses operasional dan administrasi klien menjadi lebih sinkron.

Satu alur kerja yang jelas

Mulai rapikan pekerjaan Anda dengan QuickInv.

Mulai gratis ↗